Minggu, 22 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Migas > Usulan Ekspansi Industri Penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) Tahun 2025
Migas

Usulan Ekspansi Industri Penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) Tahun 2025

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 13 Januari 2025 11:16 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan adanya inisiatif dari Kementerian Perdagangan untuk memperluas cakupan industri yang menerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) pada tahun 2025. Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2024, sebanyak 258 industri telah menikmati harga gas yang lebih terjangkau dari pemerintah. Namun, saat ini hanya tujuh sektor yang masih berhak menerima HGBT di Indonesia.

Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk merumuskan kesepakatan jual-beli gas bagi sektor industri penerima HGBT. Harga HGBT sendiri ditetapkan sebesar US$ 6 per MMBTU. “Ada dua jenis usulan. Pertama, sektor industri yang sama dengan yang sudah ada, dan kedua, sektor di luar yang sudah ada. Untuk yang di luar, perlu ada rapat yang dipimpin oleh Presiden,” jelas Dadan saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Meskipun masih menunggu arahan lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhitungkan kecukupan penerimaan negara dan pasokan gas untuk sektor industri penerima HGBT yang akan berlaku pada tahun 2025. “Perjanjian Jual Beli Gas sudah ada, namun komposisi penerimaan negara dan KKKS akan berubah jika HGBT naik,” tambahnya.

Saat ini, Kementerian ESDM tengah mengevaluasi keekonomian industri yang telah menerima HGBT pada tahun 2024. Jika ada evaluasi penerima HGBT di Indonesia, maka keekonomian dari keputusan yang akan datang juga akan diperhitungkan. “Ini adalah tahap kedua bagi ESDM untuk yang baru. Yang existing lebih jelas karena sudah ada basis harga dari sebelumnya,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sinyal untuk memangkas jumlah perusahaan atau industri yang menerima manfaat dari kebijakan HGBT sebesar US$ 6 per MMBTU. Kebijakan ini saat ini hanya ditujukan untuk tujuh sektor industri. Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap industri penerima HGBT, mengingat terdapat 20 item persyaratan bagi industri untuk mendapatkan harga gas murah tersebut.

Menurut Bahlil, jika internal rate of return (IRR) suatu perusahaan atau industri sudah bagus, maka ada kemungkinan perusahaan tersebut akan dikeluarkan dari daftar penerima HGBT. “Jika IRR-nya sudah bagus, kemungkinan kita pertimbangkan untuk dikeluarkan dari checklist HGBT. Namun, jika masih dibutuhkan dan IRR-nya belum bagus, itu tetap kita pertahankan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa meskipun ada kemungkinan penerima harga gas murah untuk tujuh sektor industri dipangkas, pemerintah masih terus melakukan pembahasan. “Ada kemungkinan berkurang, kita masih bahas, tapi belum final,” bebernya.

Dengan adanya usulan dan evaluasi ini, diharapkan kebijakan HGBT dapat lebih tepat sasaran dan mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Pemerintah terus berupaya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan industri dan penerimaan negara, serta memastikan pasokan gas yang memadai untuk mendukung sektor-sektor yang membutuhkan.

TAGGED:Bahlil LahadaliaKementrian ESDM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Bahlil Lahadalia Pimpin Satgas Hilirisasi: Optimalisasi Pembiayaan dan Ketahanan Energi Nasional
Next Article Komitmen Finansial GGY: Langkah Strategis untuk Caret Digital dalam Pengembangan Energi Terbarukan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Mantapkan Langkah Menuju Energi Hijau di Harteknas 2025

Sebagai bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2025 yang jatuh setiap 10 Agustus,…

By Redaksi InfoEnergi

Pembicaraan Strategis antara Menteri Energi Aljazair dan Libya Menjelang Pertemuan OAPEC di Kuwait

Menteri Negara Aljazair, Menteri Energi, Pertambangan, dan Energi Terbarukan, Mohamed Arkab, mengadakan pertemuan penting dengan…

By Redaksi InfoEnergi

Jembatan Berkahf Jadi Simbol Harapan Baru Warga Musi Rawas Utara

Muratara, Sumatera Selatan kini memiliki infrastruktur baru yang membawa angin segar bagi masyarakat pedalaman. PT…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Migas

Pertamina Patra Niaga Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah untuk Energi Berkelanjutan

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Kementerian ESDM Luncurkan Regulasi Baru Hak Partisipasi 10% Daerah di Sektor Migas

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Indef Ungkap PHE Agresif Eksplorasi Migas Kunci Ketahanan Energi

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Jejak Langkah Citadel Pacific Ltd dan Sefas Group dalam Akuisisi Bisnis Shell di Indonesia

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?