Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan urgensi hilirisasi dalam sektor pertambangan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sebuah pertemuan yang digelar baru-baru ini, Bahlil menyoroti bagaimana hilirisasi dapat menyuntikkan nilai tambah yang signifikan bagi produk tambang, sembari membuka lapangan kerja baru dan mendongkrak pendapatan daerah.
Hilirisasi, atau proses transformasi bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau jadi, menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan nilai tambah dari sektor pertambangan. Bahlil menjelaskan bahwa dengan mengolah bahan mentah di dalam negeri, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan dari ekspor, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada produk impor. “Kita harus memastikan bahwa setiap daerah yang memiliki potensi tambang dapat memaksimalkan manfaat dari hilirisasi,” ujar Bahlil.
Bahlil juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan hilirisasi. Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. “Pemerintah daerah harus proaktif dalam mendukung investasi di sektor hilirisasi, termasuk memberikan kemudahan perizinan dan infrastruktur yang memadai,” tambahnya.
Selain hilirisasi, sektor pertambangan itu sendiri tetap menjadi pilar penting dalam perekonomian daerah. Bahlil mengungkapkan bahwa pertambangan tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. “Pertambangan adalah salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah yang kaya akan sumber daya alam,” jelas Bahlil.
Meskipun memiliki potensi besar, hilirisasi dan pertambangan juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan akan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni. Bahlil menekankan pentingnya investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk memastikan bahwa tenaga kerja lokal dapat memenuhi kebutuhan industri. “Kita harus siap menghadapi tantangan ini dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kita,” katanya.
Dalam penutupnya, Bahlil mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam memajukan hilirisasi dan pertambangan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri, Indonesia dapat memaksimalkan potensi ekonominya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini adalah kesempatan kita untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Bahlil.