Perubahan iklim yang semakin terasa tidak hanya menimbulkan ancaman lingkungan, tetapi juga berdampak besar pada perekonomian Indonesia. Kerugian akibat bencana yang berkaitan dengan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem lainnya, ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis iklim telah menjadi hambatan nyata dalam pembangunan nasional.
Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), menekankan bahwa ketika perubahan iklim menyebabkan kerugian ekonomi dalam jumlah besar, dorongan untuk beralih ke energi bersih tidak lagi semata agenda lingkungan, tetapi menjadi kebutuhan fundamental dalam strategi pembangunan nasional.
Fabby menjelaskan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dan penurunan emisi karbon harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Hal ini selaras dengan temuan kajian Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang dilakukan oleh Bappenas, yang menunjukkan bahwa pembangunan rendah karbon dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar dalam jangka panjang.
Pemerintah pun telah mulai menyiapkan berbagai langkah kebijakan untuk mempercepat transisi energi, termasuk peningkatan investasi di sektor energi bersih, efisiensi energi, serta pengurangan ketergantungan terhadap batu bara. Namun, upaya ini juga membutuhkan kontribusi aktif dari sektor swasta dan masyarakat luas. Investasi teknologi ramah lingkungan dan perubahan pola konsumsi energi menjadi elemen penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi ke depan.
Meskipun masih terdapat tantangan seperti biaya awal yang tinggi dan resistensi dari pelaku industri konvensional, transisi energi menawarkan potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat ketahanan iklim. Dengan komitmen dan kolaborasi semua pihak, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara pelopor dalam pembangunan rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.
Transisi energi kini menjadi keharusan strategis, bukan lagi pilihan. Untuk menjawab ancaman perubahan iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Transformasi ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan Indonesia yang tangguh dan hijau.
