Pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) semakin menarik perhatian sebagai alternatif hemat dan ramah lingkungan, khususnya untuk kendaraan operasional di sektor transportasi online. Penggunaan BBG dinilai mampu menghemat biaya hingga 30 persen dibandingkan bahan bakar konvensional, sekaligus menekan emisi gas buang.
Terbaru, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), anak usaha Pertamina di bidang gas bumi, menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan converter kit BBG kepada 40 unit mobil online di Jakarta dan Surabaya. Bantuan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke gas bumi.
BBG memiliki berbagai keunggulan, seperti efisiensi biaya operasional dan emisi yang lebih rendah. Pemerintah juga mendukung transisi energi ini dengan membangun infrastruktur, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), serta memberikan insentif untuk memperluas adopsi BBG di masyarakat.
Meski menjanjikan, penerapan BBG masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan infrastruktur di luar kota besar. Biaya awal konversi kendaraan juga menjadi hambatan bagi sebagian pemilik kendaraan, terutama sektor usaha kecil dan menengah.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku industri seperti PGN dan pemerintah, BBG berpotensi menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di Indonesia. Perluasan program konversi dan pemerataan infrastruktur menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan energi bersih ini.
