Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui strategi besar yang akan dijalankan pada 2026. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp164,41 triliun khusus untuk sektor pangan. Anggaran jumbo ini menjadi sinyal tegas bahwa pangan ditempatkan sebagai prioritas utama, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga global, dan tingginya ketergantungan masyarakat pada komoditas pokok seperti beras.
Namun, di balik ambisi tersebut, muncul pertanyaan apakah besarnya alokasi anggaran benar-benar mampu menjawab persoalan mendasar, mulai dari peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan petani.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperluas subsidi infrastruktur pertanian. Peningkatan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan pertanian, irigasi, hingga fasilitas penyimpanan, diharapkan dapat menekan biaya produksi, memperlancar distribusi, dan meningkatkan daya saing hasil panen. Infrastruktur yang lebih memadai juga akan membuka peluang penerapan teknologi pertanian modern yang lebih efisien.
Selain itu, pemerintah menargetkan pembukaan lahan sawah baru di wilayah potensial yang memiliki sumber air memadai dan tanah subur. Penambahan lahan ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi beras nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dengan lahan yang lebih luas, produksi pangan dalam negeri diharapkan bisa meningkat signifikan dan berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan.
Meski strategi tersebut terlihat menjanjikan, sejumlah tantangan masih menghadang. Pengawasan ketat diperlukan agar subsidi dan program pengembangan lahan tepat sasaran serta terhindar dari penyalahgunaan. Selain itu, dampak perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca juga menuntut inovasi teknologi pertanian yang adaptif.
Jika implementasi program ini berjalan efektif, pemerintah optimistis Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan, mencapai swasembada beras, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.