Keandalan pasokan listrik nasional dinilai semakin bergantung pada penerapan Industrial Control System (ICS) dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Kedua sistem ini memungkinkan pemantauan jaringan listrik secara real-time sehingga gangguan dapat diantisipasi lebih cepat dan risiko pemadaman massal dapat diminimalisir.
Direktur PT Spentera, Royke Tobing, menegaskan bahwa keberadaan ICS dan SCADA berperan vital dalam menjaga efisiensi sekaligus keamanan sistem kelistrikan nasional.
ICS berfungsi sebagai pusat kendali pada proses pembangkitan listrik, mulai dari pengaturan suhu, tekanan, hingga distribusi energi. Dengan sistem ini, pembangkit dapat beroperasi pada kondisi optimal sehingga risiko gangguan dapat ditekan dan efisiensi operasional meningkat.
Sementara itu, SCADA menjadi instrumen utama dalam pengawasan jaringan listrik. Dengan dukungan sensor dan perangkat lunak, SCADA memantau kondisi jaringan secara langsung, menganalisis data, serta mendeteksi potensi masalah seperti kelebihan beban atau kerusakan peralatan.
Penerapan ICS dan SCADA memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari efisiensi operasional, penghematan biaya melalui pengurangan downtime, hingga perlindungan keamanan dari ancaman siber. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait risiko serangan siber yang dapat mengganggu stabilitas sistem kelistrikan. Karena itu, penguatan aspek keamanan menjadi hal yang mutlak.
Ke depan, peran ICS dan SCADA diperkirakan semakin penting seiring integrasi dengan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik nasional serta mendukung terciptanya sistem kelistrikan yang lebih modern dan berkelanjutan.