Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyelenggarakan Pasar Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang menampilkan berbagai produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memasarkan hasil hutan yang ditanam masyarakat sebagai upaya penanganan lahan kritis di seluruh wilayah tanah air. Pasar RHL juga menjadi sarana edukasi dan promosi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat produk HHBK.
Acara ini menghadirkan beragam produk, mulai dari madu hutan, rotan, hingga tanaman obat, yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Dengan adanya pasar ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan memanfaatkan produk HHBK, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Produk HHBK memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar hutan. Pemanfaatannya juga membantu mengurangi tekanan terhadap hutan, sehingga keberlanjutan ekosistem dapat terjaga.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) menjadi unit pelaksana teknis sekaligus memimpin kegiatan ini, dengan dukungan pemerintah melalui pelatihan, pendampingan, dan bantuan pemasaran bagi pelaku usaha HHBK. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan pasar ini.
Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses pasar dan pengetahuan masyarakat tentang HHBK, Kemenhut optimis melalui Pasar RHL kesadaran dan minat masyarakat terhadap produk hutan non-kayu akan meningkat.