Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu pagi (20/8/2025), didorong oleh laporan penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi tercapainya gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Ukraina dan Rusia selama ini menjadi faktor utama fluktuasi harga minyak. Ancaman konflik di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global. Namun, adanya sinyal positif menuju negosiasi damai menumbuhkan optimisme pasar bahwa risiko pasokan dapat berkurang, sehingga menjaga pergerakan harga tetap stabil.
Dukungan dari berbagai pemimpin global dan organisasi internasional terus diarahkan agar kedua belah pihak segera mencapai kesepakatan gencatan senjata. Jika tercapai, kondisi ini diyakini mampu meredakan ketidakpastian pasar energi dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor migas.
Harga minyak yang relatif stabil memberikan sinyal positif bagi pasar energi. Kepastian harga dapat mendorong investasi di sektor energi sekaligus membantu menekan biaya produksi di berbagai lini industri. Stabilitas ini juga berpotensi menjaga inflasi global tetap terkendali, mengingat minyak merupakan komoditas vital bagi transportasi dan manufaktur.
Proses negosiasi yang rumit dapat memengaruhi arah harga minyak ke depan. Namun, dengan adanya sinyal penurunan stok minyak AS dan prospek damai di kawasan Eropa Timur, pelaku pasar optimistis harga minyak tetap terjaga dalam jangka pendek.