Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor energi dengan menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 402,4 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Berdasarkan dokumen Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2026, ketahanan energi didefinisikan sebagai kemampuan negara menyediakan akses energi yang berkesinambungan, terjangkau, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi, dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti surya, angin, serta biomassa. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan diyakini dapat memperkuat kemandirian energi dan menekan ketergantungan pada impor energi.
Selain itu, fokus lain pemerintah adalah mempercepat pembangunan infrastruktur energi yang modern dan efisien. Investasi diarahkan untuk memperluas jaringan distribusi energi, meningkatkan efisiensi pasokan, dan menjangkau wilayah terpencil. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta guna mempercepat pembangunan.
Pemerintahan Prabowo juga memberi perhatian pada peningkatan kapasitas energi terbarukan dan pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan serta pelatihan di bidang energi dipandang penting agar tenaga kerja nasional mampu mengoperasikan infrastruktur dan teknologi energi modern.
Pemerintah tidak menutup diri dari kerja sama internasional dalam riset, pengembangan teknologi, maupun investasi energi bersih. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat transisi energi sekaligus mendukung agenda global dalam mengatasi perubahan iklim
Dengan strategi yang mencakup diversifikasi energi, pembangunan infrastruktur, penguatan SDM, serta kerja sama internasional, ditopang anggaran Rp 402,4 triliun di RAPBN 2026, pemerintah menargetkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat. Jika berhasil, Indonesia bukan hanya akan lebih mandiri secara energi, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.