PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) terus memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, salah satunya melalui proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah pantai. Proyek ini diharapkan mendukung upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
CEO PNRE, John Anis, menjelaskan bahwa keterbatasan lahan di daratan Indonesia membuat pengembangan PLTS semakin menantang, terutama karena lahan darat juga diperlukan untuk program ketahanan pangan. Oleh sebab itu, wilayah pantai dipilih sebagai lokasi strategis karena potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun serta memungkinkan integrasi yang lebih mudah dengan infrastruktur kelistrikan yang ada.
Pertamina NRE berencana memanfaatkan teknologi panel surya terbaru untuk memaksimalkan efisiensi penyerapan energi matahari. Selain itu, sistem penyimpanan energi canggih akan diterapkan agar pasokan listrik tetap stabil dan berkelanjutan.
Proyek ini diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal, sekaligus memberikan akses listrik bersih yang lebih terjangkau. Namun, PNRE optimis dapat mengatasinya melalui kolaborasi dengan investor swasta, lembaga keuangan internasional, dan berbagai pihak terkait.
Dengan dukungan pemerintah dan kerjasama lintas pihak, PNRE berkomitmen menjadi pelopor pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Proyek PLTS di kawasan pantai ini diharapkan dapat terealisasi dengan sukses, mendukung transisi energi bersih, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara.