PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) menyatakan kesiapannya untuk ikut berperan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio energi bersih dan mendukung ketahanan energi nasional.
CEO PNRE, John Anis, menegaskan bahwa energi nuklir memiliki potensi menjadi salah satu sumber energi baru jangka panjang. “Energi nuklir bisa mendukung ketahanan energi nasional, namun regulasi, aspek keamanan, dan penerimaan masyarakat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan proyek ini, PNRE berencana menjalin kerjasama dengan mitra internasional yang memiliki pengalaman di sektor nuklir. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan proyek sekaligus memastikan standar keselamatan dan teknologi terpenuhi.
PNRE menyadari sejumlah tantangan dalam pengembangan energi nuklir, seperti pengelolaan limbah, keamanan, dan sosialisasi kepada publik. Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk mengatasi hambatan tersebut dengan pendekatan teknologi modern, kepatuhan terhadap regulasi, dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Selain nuklir, PNRE terus aktif mengembangkan energi terbarukan lain, termasuk surya, angin, dan biomassa. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target energi bersih nasional dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Kesiapan PNRE untuk terlibat dalam proyek PLTN menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Dengan kombinasi kolaborasi internasional, kepatuhan regulasi, dan fokus pada keselamatan serta penerimaan publik, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi berkelanjutan di tanah air.