PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, tengah menyiapkan dua strategi utama untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan lifting minyak dan gas (migas) di tengah tantangan transisi energi. Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menyampaikan hal ini dalam Forum Migas Tempo 2025 bertajuk Strategi Percepatan dan Peningkatan Produksi Migas Nasional Menuju Swasembada Energi, di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
PHE fokus pada pemanfaatan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi produksi. Dengan digitalisasi dan otomatisasi operasi lapangan, perusahaan dapat memantau produksi secara real-time, meningkatkan output migas, menekan biaya operasional, dan mengurangi dampak lingkungan.
Perusahaan juga menjalin kemitraan strategis dengan pemain migas global untuk berbagi teknologi dan praktik terbaik. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang investasi serta pengembangan proyek baru yang mendukung target lifting migas.
PHE menekankan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan. Karyawan yang terampil menjadi kunci untuk menghadapi dinamika industri migas dan memastikan produktivitas tetap tinggi.
Selain fokus pada produksi, PHE juga menekankan keberlanjutan lingkungan. Melalui program pengelolaan limbah dan penggunaan energi terbarukan, perusahaan berupaya mengurangi jejak karbon dan mempraktikkan operasi yang ramah lingkungan.
Dengan strategi yang terarah dan komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, PHE berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan lifting migas di tengah transisi energi. Langkah proaktif ini menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menghadapi perubahan dalam industri migas.