Sumur minyak tua di Tarakan, Kalimantan Utara, kini menjadi fokus pengelolaan sebagai potensi sumber ekonomi baru. Upaya ini dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Tarakan, PT Pertamina, dan Gerakan Relawan Nasional (GERNAS) yang menjajaki peluang kerja sama strategis untuk menghidupkan kembali sumur-sumur yang selama ini kurang optimal.
Ketua Co-op GERNAS, Gema Sasmita, menekankan bahwa pengelolaan sumur minyak tua sebaiknya tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dengan teknologi dan metode pengelolaan yang tepat, sumur-sumur ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pemanfaatan sumur minyak tua menghadapi tantangan, terutama kebutuhan investasi besar untuk pembaruan infrastruktur dan penerapan teknologi modern. Namun, kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat diyakini dapat mengatasi hambatan ini serta memastikan manfaat ekonomi dan sosial yang maksimal.
Pengelolaan sumur minyak tua di Tarakan merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan perencanaan matang dan kerja sama lintas sektor, Tarakan dapat kembali menjadi pusat industri perminyakan yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi Indonesia.