PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoptimalkan penggunaan energi surya sebagai sumber listrik alternatif. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada penghematan biaya operasional hingga Rp 2,5 miliar per tahun, tetapi juga menekan emisi karbon sekitar 1.400 ton CO₂ setiap tahunnya.
Hingga Agustus 2025, KAI telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 66 titik yang mencakup stasiun, kantor, balai yasa, dan griya karya dengan kapasitas terpasang mencapai 1.189 kWp. Instalasi ini dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan listrik sehari-hari, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang lebih mahal dan kurang ramah lingkungan.
Penghematan biaya energi yang berhasil dicapai memberikan ruang bagi KAI untuk mengalokasikan anggaran ke pengembangan infrastruktur dan peningkatan layanan penumpang. Selain itu, efisiensi ini mendukung daya saing perusahaan di tengah industri transportasi yang terus berkembang.
Selain manfaat finansial, langkah ini juga menjadi wujud komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan energi terbarukan membantu mengurangi jejak karbon perusahaan sekaligus mendukung target global dalam menghadapi perubahan iklim.
Inovasi KAI dalam pemanfaatan energi surya menunjukkan bahwa investasi pada energi terbarukan mampu memberi keuntungan ganda: penghematan biaya signifikan sekaligus kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.