Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan listrik hingga ke seluruh desa pada tahun 2030. Program ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bahlil, Ia menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas kondisi ekonomi 2025 yang masih memiliki beberapa program pending, serta prospek pertumbuhan ekonomi di 2026.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan bahwa masih terdapat sejumlah desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera ditangani.
Guna mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan langkah konkret melalui peningkatan investasi di sektor energi, terutama pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil. Pemerintah juga akan menjalin kerja sama dengan sektor swasta serta memanfaatkan teknologi energi terbarukan untuk menjawab tantangan geografis di daerah yang sulit dijangkau.
Pemerataan listrik ke seluruh desa diyakini membawa dampak positif, mulai dari peningkatan mutu pendidikan hingga pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Kehadiran listrik juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru di pedesaan.
Bahlil menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah hingga masyarakat agar program elektrifikasi desa berjalan sesuai target. “Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pemerataan listrik di pelosok negeri,” tutupnya.