Indonesia dan Bangladesh menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan kerja sama di sektor energi. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya The First Indonesia-Bangladesh Joint Committee Meeting on Energy di Yogyakarta pada Jumat (22/8). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Kerja Sama Energi yang telah dilakukan pada 4 September 2023. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara di bidang energi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, yang hadir sebagai ketua delegasi Indonesia, menekankan bahwa kerja sama dengan Bangladesh sangat relevan di tengah tantangan energi global yang semakin kompleks.
Fokus utama dari kemitraan ini adalah pengembangan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi energi. Kedua negara berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan, termasuk tenaga surya dan angin, sekaligus mendorong pengurangan emisi karbon melalui efisiensi penggunaan energi.
Selain manfaat di sektor energi, kolaborasi ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat. Investasi dan alih teknologi yang terjalin akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Meski terdapat sejumlah tantangan, seperti hambatan teknis dan regulasi, komitmen kuat kedua negara diyakini mampu membuka peluang lebih luas untuk inovasi dan kolaborasi di masa mendatang.
Kerja sama ini menunjukkan langkah nyata Indonesia dan Bangladesh dalam membangun ketahanan energi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi negara lain dalam menghadapi dinamika energi global.