Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengumumkan penurunan tingkat aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores, Nusa Tenggara Timur. Status gunung api ini resmi diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai 23 Agustus 2025 pukul 18.00 WITA.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas vulkanik. Pemantauan visual maupun instrumental menunjukkan adanya tren penurunan intensitas aktivitas dalam beberapa hari terakhir. Data seismik, pengukuran gas vulkanik, hingga suhu permukaan kawah mengindikasikan tidak adanya gejala peningkatan yang signifikan.
Tim PVMBG terus melakukan pemantauan intensif menggunakan seismograf, pengukuran gas, dan observasi visual. Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa frekuensi gempa dan gejala vulkanik lainnya relatif menurun sehingga risiko erupsi besar dinilai lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Dengan penurunan status ini, warga yang tinggal di sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-laki diimbau untuk tetap tenang, namun tetap menjaga kewaspadaan. PVMBG menekankan bahwa meskipun status turun, potensi bahaya tetap ada, terutama jika terjadi peningkatan mendadak pada aktivitas vulkanik. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengikuti arahan pihak berwenang dan memperhatikan informasi resmi yang disampaikan secara berkala.
Sebagai langkah antisipasi, PVMBG bersama pemerintah daerah terus memberikan sosialisasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta prosedur penyelamatan jika aktivitas kembali meningkat. Sistem pemantauan dan peringatan dini juga dipastikan berfungsi optimal agar dapat memberikan respons cepat ketika diperlukan.
Penurunan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki ke Level III (Siaga) merupakan hasil dari analisis komprehensif yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas vulkanik. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi hal utama untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi keselamatan warga.