Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun Kementerian Lingkungan Hidup, Ade Palguna Ruteka, menyatakan pemerintah menargetkan pengolahan 33.000 ton sampah setiap hari menjadi sumber energi listrik. Program ini dirancang dengan mengacu pada sistem waste to energy (WtE), yang sedang disiapkan di berbagai daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang berguna.
Pemerintah berencana membangun fasilitas pengolahan sampah modern di berbagai daerah dan meningkatkan kapasitas pengelolaan di tingkat lokal. Teknologi WtE akan digunakan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik, sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Kebijakan yang mendukung pengurangan sampah dan peningkatan daur ulang juga akan diperkuat.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya terus digalakkan agar proses pengolahan lebih efisien. Tantangan utama meliputi kebutuhan investasi besar untuk infrastruktur dan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat yang memerlukan konsistensi dan waktu.
Jika berhasil, pengolahan sampah menjadi energi akan memberikan manfaat ganda: mengurangi dampak lingkungan akibat sampah dan menciptakan energi terbarukan. Program ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor pengelolaan sampah dan energi.
Pengolahan 33.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik merupakan langkah strategis pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan dukungan infrastruktur memadai, kebijakan tepat, dan partisipasi aktif masyarakat, target ini diharapkan dapat tercapai dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta perekonomian.