Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa proyek pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, akan menjadi salah satu tonggak penting dalam industri energi nasional. Dengan nilai investasi sekitar US$ 20,94 miliar atau setara Rp 342,56 triliun (asumsi kurs Rp 16.359 per US$), proyek ini diproyeksikan membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa proyek ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pada fase pengembangan, tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 12.611 orang. Sementara pada fase operasional, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 850 orang. Kehadiran proyek ini diharapkan memberi peluang baru bagi masyarakat lokal serta meningkatkan kesejahteraan di kawasan Maluku.
Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, pemerintah menargetkan proses Final Investment Decision (FID) akan ditandatangani pada awal 2026 mendatang. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek gas Lapangan Abadi ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029.