Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan menjadi negara dengan jumlah relawan terbanyak dalam aksi World Cleanup Day selama tujuh tahun berturut-turut. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan momentum penting untuk memperkuat pembenahan tata kelola persampahan di setiap wilayah.
Setiap tahun, jutaan relawan dari berbagai penjuru Indonesia terlibat dalam kegiatan ini. Mereka membersihkan sampah dari pantai, sungai, hingga kawasan perkotaan. Gerakan ini tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga komunitas, organisasi, dan lembaga pendidikan, sehingga mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Keberhasilan ini juga didukung oleh sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Program edukasi lingkungan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, hingga kampanye kesadaran publik turut memperkuat aksi tahunan ini. Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi partisipasi masyarakat.
Prestasi Indonesia dalam World Cleanup Day selama tujuh tahun berturut-turut menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Indonesia berpotensi terus menjadi teladan global dalam gerakan kebersihan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
