PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN melaporkan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$94 juta atau sekitar Rp1,54 triliun pada semester I-2025. Mayoritas alokasi dana ini difokuskan pada pengembangan segmen hilir (downstream) gas, sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperluas infrastruktur gas bumi dan mendukung transisi energi nasional.
Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo, menjelaskan bahwa alokasi capex tersebut mencakup beberapa proyek utama, antara lain penguatan distribusi gas, revitalisasi fasilitas gas alam cair (LNG), serta pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan gas yang lebih stabil, efisien, dan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, baik industri maupun rumah tangga.
Selain pengembangan infrastruktur gas, PGN juga berkomitmen mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Investasi ini mencakup proyek-proyek yang mendorong pemanfaatan energi bersih, sejalan dengan target pemerintah mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.
PGN menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional, untuk mempercepat implementasi teknologi baru serta meningkatkan efisiensi operasional. Meski menghadapi tantangan seperti biaya investasi yang tinggi dan dinamika regulasi, PGN optimis bahwa pengembangan lini hilir dan proyek energi bersih akan membuka peluang pertumbuhan yang signifikan di sektor gas dan energi terbarukan.
Dengan realisasi capex ini, PGN menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur hilir gas dan berperan aktif dalam mendukung transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
