Rabu, 4 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Proyek DME Batu Bara: Desakan untuk Danantara Agar Tidak Terlibat
Energi Terbarukan

Proyek DME Batu Bara: Desakan untuk Danantara Agar Tidak Terlibat

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 28 Oktober 2025 11:41 am
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Indonesia tengah menjadi sorotan. PT Danantara, salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek ini, didesak untuk menarik diri dari keterlibatannya. Proyek ini dinilai tidak ekonomis dan menimbulkan berbagai kontroversi terkait dampak lingkungan dan keberlanjutan ekonomi. Artikel ini akan membahas alasan di balik desakan tersebut dan implikasinya bagi industri energi di Indonesia.

Proyek DME batu bara bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG dengan mengubah batu bara menjadi DME, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah batu bara domestik dan mendukung ketahanan energi nasional. Namun, proyek ini juga menghadapi kritik terkait biaya tinggi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Desakan agar Danantara menarik diri dari proyek DME batu bara didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, proyek ini dinilai tidak ekonomis karena biaya produksi DME yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga LPG impor. Kedua, proyek ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, termasuk emisi gas rumah kaca dan kerusakan ekosistem. Ketiga, ada kekhawatiran bahwa proyek ini tidak sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi terbarukan.

Jika Danantara memutuskan untuk menarik diri dari proyek ini, hal tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan proyek DME batu bara secara keseluruhan. Selain itu, keputusan ini juga dapat berdampak pada reputasi Danantara sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Bagi industri energi, penarikan Danantara dapat memicu evaluasi ulang terhadap proyek-proyek serupa dan mendorong pergeseran menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya menyadari kontroversi yang melingkupi proyek DME batu bara. Mereka berkomitmen untuk melakukan kajian mendalam terkait kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari proyek ini. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan sebagai bagian dari upaya untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.

Kontroversi proyek DME batu bara dapat mempengaruhi kebijakan energi nasional Indonesia. Pemerintah mungkin perlu mempertimbangkan kembali prioritas investasi energi dan mendorong pengembangan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan energi nasional sejalan dengan komitmen internasional untuk mengatasi perubahan iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Meskipun menghadapi tantangan, ada harapan bahwa proyek DME batu bara dapat dievaluasi ulang untuk memastikan keberlanjutannya. Dengan pendekatan yang tepat, proyek ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi Indonesia. Namun, penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Proyek DME batu bara menghadapi tantangan besar terkait kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan. Desakan agar Danantara menarik diri mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang masa depan energi di Indonesia. Dengan komitmen untuk keberlanjutan dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan solusi yang tepat dapat ditemukan untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia.

TAGGED:batu bara
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kilang Tuban Terancam Mangkrak Akibat Sanksi Baru AS terhadap Rosneft
Next Article Studi Penangkapan Karbon Selesai: Proyek Strategis Nasional Blok Masela Siap Direalisasikan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

ESDM Dorong Konsumen BP dan Shell Beralih ke Pertamina untuk Atasi Kekosongan Stok BBM

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik BP dan Shell dilaporkan mengalami kekosongan stok…

By Redaksi InfoEnergi

Migrasi Konsumsi BBM Subsidi ke Non-Subsidi Capai 1,4 Juta KL

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya pergeseran signifikan dari pengguna BBM bersubsidi…

By Redaksi InfoEnergi

6 SPBU Swasta yang Pernah Tantang Dominasi Pertamina: Tak Hanya Shell dan BP

Industri Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia telah lama didominasi oleh Pertamina, perusahaan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

RKAB 2026 Weda Bay Nickel Belum Terbit: Eramet Ikuti Arahan ESDM

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

KPK Temukan Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur Besar, Polda NTT Bantah Klaim

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Ditargetkan Selesai Maret 2026

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Harga LPG Melonjak di Aceh: Pertamina Cari Solusi di Tengah Bencana

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?