Selasa, 24 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Harga Minyak Mentah Dunia Menguat: Pertemuan Trump dan Orban Beri Harapan Baru
Energi Terbarukan

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat: Pertemuan Trump dan Orban Beri Harapan Baru

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 10 November 2025 8:10 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), harga minyak mentah dunia mengalami penguatan yang signifikan. Harapan bahwa Hongaria dapat menggunakan minyak mentah Rusia menjadi salah satu pendorong utama, terutama setelah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, di Gedung Putih. Mengutip laporan dari CNBC pada Sabtu (8/11/2025), harga minyak mentah berjangka Brent naik sebesar 0,39 persen atau 25 sen AS, mencapai level 63,63 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen atau 32 sen AS, mencapai level 59,75 dollar AS per barrel.

Kedua acuan harga minyak tersebut berhasil pulih setelah mengalami penurunan pada hari-hari sebelumnya. Meskipun demikian, keduanya diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan sekitar 2 persen, seiring dengan peningkatan produksi oleh produsen minyak global utama. John Kilduff, mitra di Again Capital, menyatakan bahwa pertemuan antara Trump dan Orban menjadi perhatian utama untuk melihat kemungkinan adanya kesepakatan yang dapat meringankan sanksi terhadap perusahaan minyak besar seperti Lukoil dan Rosneft.

Hongaria telah lama bergantung pada energi Rusia, terutama sejak dimulainya konflik di Ukraina pada tahun 2022. Ketergantungan ini telah memicu kritik dari beberapa sekutu Uni Eropa dan NATO. Sebelumnya, harga minyak Brent sempat mengalami penurunan akibat pemangkasan jadwal penerbangan di AS. Hal ini disebabkan oleh kekurangan pengawas lalu lintas udara yang tidak menerima gaji selama penutupan pemerintahan (government shutdown).

Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group, menjelaskan bahwa penghentian banyak penerbangan telah mengurangi permintaan bahan bakar diesel secara signifikan. Badan Penerbangan Federal AS (FAA) bahkan memerintahkan maskapai untuk membatalkan ribuan penerbangan akibat kekurangan pengontrol lalu lintas udara. Menurut Analis SEB, Ole Hvalbye, penurunan permintaan bahan bakar pesawat ini telah menambah tekanan pada pasar minyak yang sudah menghadapi kelebihan pasokan.

Kekhawatiran akan kelebihan pasokan semakin meningkat setelah laporan menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebesar 5,2 juta barel pekan ini. Kenaikan ini lebih tinggi dari perkiraan, akibat meningkatnya impor dan berkurangnya aktivitas penyulingan, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Sementara itu, laporan sektor tenaga kerja AS tidak dirilis karena penutupan pemerintahan, meskipun sejumlah laporan swasta menunjukkan adanya pelemahan pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan pada Minggu lalu untuk sedikit menaikkan produksi pada Desember 2025. Namun, kelompok ini menunda peningkatan lebih lanjut untuk kuartal pertama tahun depan, karena khawatir akan kelebihan pasokan. Pasar yang terpasok dengan baik mendorong Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, untuk mengumumkan penurunan tajam harga minyak mentahnya untuk pembeli Asia pada bulan Desember. Sebagai respons terhadap kondisi pasar yang melimpah, Arab Saudi menurunkan harga jual resmi minyaknya untuk pembeli di Asia pada bulan Desember.

Penguatan harga minyak mentah dunia pada akhir pekan ini mencerminkan dinamika kompleks di pasar energi global. Pertemuan antara Trump dan Orban memberikan harapan baru bagi penggunaan minyak mentah Rusia oleh Hongaria, meskipun tantangan seperti sanksi internasional dan kelebihan pasokan tetap menjadi perhatian utama. Keputusan OPEC+ dan respons dari Arab Saudi akan terus mempengaruhi pergerakan harga minyak di masa mendatang.

TAGGED:Trump
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Produksi Minyak Mentah Rusia Oktober: Di Bawah Kuota OPEC+ Akibat Tekanan Internasional
Next Article Energi Surya Pertamina: Mendorong Pemberdayaan Eks Penyintas ODGJ di Bandung
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

PLN Selamatkan Satu Juta kWh Tanpa Pemadaman: Inovasi dan Efisiensi Energi

Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhasil menyelamatkan satu juta kilowatt-hour (kWh) energi listrik tanpa…

By Redaksi InfoEnergi

PGN Restrukturisasi Pengurus Lewat RUPSLB, Fokus pada Akselerasi Infrastruktur Gas Bumi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)…

By Redaksi InfoEnergi

Pengelolaan Hak Partisipasi Migas 10 Persen di Northwest Natuna oleh BUMD Kepri

INFOENERGI.ID - Tanjungpinang: Provinsi Kepulauan Riau kini melangkah maju dengan pengelolaan hak partisipasi migas sebesar…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Ketahanan Stok LPG dan BBM Menjelang Libur Panjang Nataru 2026

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Audit Lingkungan Tambang Emas Martabe: Kolaborasi ESDM dan KLH

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Produksi Batu Bara Indonesia Capai 661,18 Juta Ton: Evaluasi Target dan DMO 2026

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

India Targetkan Kontrak Jangka Panjang LPG dengan Amerika Serikat

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?