Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa aliran listrik di Sumatra Barat akan kembali normal pada Jumat, 5 Desember 2025. Bahlil telah menginstruksikan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk mempercepat pemulihan penyediaan listrik bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Saat ini, masyarakat yang terkena dampak bencana masih mengandalkan 35 genset yang disediakan oleh PLN. “Listrik sudah bisa menyala dengan menggunakan 35 genset, dan pemulihan permanen akan dilakukan pada hari Sabtu,” ujar Bahlil saat meninjau Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, seperti yang dikutip dari siaran pers pada Kamis, 4 Desember 2025.
Berdasarkan data dari PLN, bencana yang melanda Sumatra Barat telah menyebabkan gangguan pada 4 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), 14 Unit Layanan Pelanggan (ULP), serta mempengaruhi 10 kabupaten/kota. Selain itu, sebanyak 247 tiang dan 283 unit peralatan gardu distribusi dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Di sisi lain, Bahlil juga mengklaim bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatra Barat telah pulih. Sebanyak 17 mobil pengangkut BBM dengan kapasitas 16 kiloliter (kl) telah dikirim ke wilayah tersebut untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Meskipun distribusi BBM pascabencana mengalami kendala akibat longsor dan jalan yang terputus, seperti di jalur Padang Panjang – Sicincin yang merupakan jalur utama distribusi BBM, Bahlil menegaskan bahwa penyaluran BBM tetap dilakukan melalui rute alternatif dengan waktu tempuh yang lebih lama, mencapai sekitar 6 jam.
Bahlil mencatat bahwa empat jalur distribusi BBM di Sumatra Barat masih mengalami gangguan, yaitu jalan nasional Bukit Tinggi – Pasaman di Agam, jalur Lolo – Surian di Solok, jalur Padang Panjang – Sicincin di Padang Pariaman, serta Pesisir Selatan. Namun, kecuali jalur Padang Panjang – Sicincin, jalan lainnya sudah dapat diakses oleh kendaraan.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) juga telah melakukan klastering SPBU prioritas untuk memastikan bahwa SPBU tidak mengalami kehabisan stok secara bersamaan di wilayah yang berdekatan. Berdasarkan data dari PPN, stok BBM dan penyaluran di Sumatra Barat dalam kondisi mencukupi. Pasokan Pertalite mencukupi hingga 9,31 hari atau setara 1.985 kilo per hari, Pertamax 5,53 hari atau setara 864 kilo per hari, solar 11,56 hari atau setara 1.961 kilo per hari, dan avtur 13,21 hari atau setara 99 kilo per hari.
Upaya pemulihan aliran listrik dan pasokan BBM di Sumatra Barat menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan efektif. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pihak terkait, diharapkan kebutuhan energi masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Meskipun tantangan distribusi masih ada, langkah-langkah strategis yang diambil diharapkan dapat mengatasi kendala yang ada dan memastikan pemulihan yang berkelanjutan.
