Simon Trott, Chief Executive Officer baru dari Rio Tinto Group, telah mengumumkan serangkaian langkah strategis untuk memangkas biaya dan meningkatkan produktivitas. Langkah ini merupakan bagian dari visinya untuk menjadikan Rio Tinto sebagai perusahaan penambangan yang lebih efisien dan ramping. Trott menegaskan bahwa perusahaan akan memusatkan perhatian pada bisnis inti yang paling menguntungkan, seperti bijih besi dan tembaga.
Menjelang presentasi kepada analis dan investor yang dijadwalkan pada hari Rabu, Rio Tinto menyatakan komitmennya untuk menekan biaya per unit. Perusahaan ini juga merinci berbagai langkah peningkatan, termasuk target manfaat produktivitas tahunan senilai $650 juta pada akhir kuartal pertama tahun depan. Upaya ini mencakup penyederhanaan operasi internal dan penghentian sementara proyek serta kajian yang tidak termasuk dalam bisnis inti.
Sebagai penambang terbesar kedua di dunia, Rio Tinto berencana untuk melepas aset senilai antara $5 miliar hingga $10 miliar. Pelepasan ini akan dilakukan melalui kemitraan, pendanaan, dan opsi lainnya. Peninjauan strategis atas aset, termasuk titanium dan borat, disebut “berjalan sesuai rencana.”
“Kami sudah mulai menghasilkan manfaat produktivitas dan penghematan biaya yang kuat, dan masih banyak lagi yang akan datang,” ujar Trott, yang mulai menjabat pada bulan Agustus. Dia menambahkan bahwa membebaskan kas dari basis aset pada area yang masuk akal akan memperkuat neraca dan menjaga tingkat pengembalian, sambil memastikan investasi masa depan tetap disiplin.
Trott, yang sebelumnya memimpin divisi bijih besi Rio, mendorong upaya merampingkan organisasi yang menurut para pengkritik telah menjadi terlalu besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada fungsi pendukung. Dia telah memangkas divisi, mengurangi jumlah eksekutif senior, serta bergerak untuk melepas atau menutup bisnis non-inti.
Langkah-langkah strategis yang diambil oleh Simon Trott menunjukkan komitmen Rio Tinto untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis inti yang menguntungkan. Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat memperkuat posisinya di industri penambangan global dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
