
Masalah antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Solar subsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian serius bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Para wakil rakyat menyoroti fenomena ini karena dianggap mengganggu mobilitas logistik dan ekonomi masyarakat di daerah. Menanggapi sorotan tersebut, pihak Pertamina memberikan penjelasan mengenai kondisi di lapangan serta upaya yang sedang dilakukan untuk mengurai antrean dan memastikan ketersediaan pasokan.
Pertamina menegaskan bahwa stok Solar subsidi secara nasional sebenarnya dalam posisi aman. Namun, lonjakan permintaan di titik-titik tertentu serta adanya kendala teknis dalam distribusi terkadang memicu penumpukan kendaraan. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan terus melakukan pemantauan ketat melalui sistem digital untuk memastikan penyaluran bahan bakar tepat sasaran dan meminimalisir potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
Selain menjaga pasokan, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna menertibkan antrean di lokasi-lokasi strategis. Pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahan bakar sesuai peruntukannya agar kuota subsidi yang telah ditetapkan pemerintah dapat mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. Evaluasi terhadap pola distribusi di wilayah yang sering mengalami kepadatan juga terus dilakukan demi kenyamanan konsumen.
Respons ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi publik bahwa pemerintah dan operator pelabuhan energi tetap memprioritaskan kelancaran distribusi BBM. Melalui pengawasan yang lebih ketat dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kendala antrean panjang ini dapat segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal tanpa hambatan pasokan energi.
