
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyiapkan tiga strategi utama guna mengejar target peningkatan produksi minyak siap jual atau lifting minyak yang selama ini cenderung menurun. Langkah pertama yang menjadi prioritas adalah melakukan optimalisasi pada sumur-sumur minyak yang sudah ada namun produksinya mulai menyusut. Melalui intervensi teknologi dan pengelolaan yang lebih modern, sumur-sumur tua ini diharapkan bisa kembali produktif dan memberikan kontribusi tambahan bagi stok minyak nasional secara cepat.
Strategi kedua fokus pada percepatan pengembangan lapangan-lapangan minyak baru yang sebelumnya sudah ditemukan tetapi belum sempat digarap secara maksimal. Bahlil menekankan pentingnya memangkas birokrasi dan hambatan teknis agar lapangan-lapangan tersebut bisa segera masuk ke tahap produksi. Pemerintah berkomitmen untuk mempermudah proses perizinan bagi para investor agar mereka lebih agresif dalam mengeksekusi rencana pengembangan lapangan migas yang masih terpendam.
Terakhir, strategi ketiga melibatkan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) secara masif pada blok-blok migas besar. Teknologi ini digunakan untuk memompa kembali sisa-sisa minyak yang sulit diangkat dengan metode konvensional. Dengan mengombinasikan ketiga taktik ini, pemerintah optimistis dapat menekan angka penurunan produksi alami dan secara bertahap menaikkan kembali volume lifting minyak nasional demi menjaga ketahanan energi dalam negeri.
Upaya serius ini menunjukkan komitmen kementerian untuk tidak lagi bergantung pada cara-cara lama dalam mengelola sektor migas. Fokus pada efisiensi teknologi, kemudahan investasi, dan pengaktifan kembali aset yang terbengkalai diharapkan menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan rendahnya produksi minyak di Indonesia saat ini.
