
Direktur Operasional Maxim melakukan aksi penyamaran sebagai pengemudi ojek online guna melihat langsung realita dan kendala yang dihadapi para mitra di lapangan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem aplikasi dan kebijakan yang telah diterapkan. Dengan terjun langsung sebagai mitra pengemudi, pimpinan perusahaan dapat merasakan pengalaman nyata mulai dari proses mendapatkan pesanan, interaksi dengan pelanggan, hingga penggunaan fitur navigasi dan pembayaran dalam aplikasi.
Dalam aksinya tersebut, ditemukan sejumlah poin penting yang menjadi catatan untuk pengembangan layanan ke depan. Salah satu temuan utama berkaitan dengan fungsionalitas aplikasi yang masih memerlukan optimasi agar lebih responsif saat digunakan di area dengan sinyal terbatas. Selain itu, penyamaran ini mengungkap dinamika hubungan antara pengemudi dan pelanggan, termasuk kendala komunikasi yang terkadang menghambat efisiensi pelayanan. Temuan-temuan ini akan dijadikan dasar untuk melakukan pembaruan sistem guna meningkatkan kenyamanan bagi mitra maupun pengguna jasa.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai skema pendapatan dan insentif yang diterima oleh para pengemudi. Perusahaan menyadari bahwa masukan langsung dari pengalaman lapangan jauh lebih akurat dibandingkan sekadar laporan administratif. Hasil dari observasi ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian perbaikan kebijakan, termasuk penyesuaian algoritma pendistribusian pesanan agar lebih adil dan efisien bagi seluruh mitra pengemudi di berbagai wilayah.
Aksi penyamaran pimpinan Maxim menjadi pengemudi ojek online membuktikan komitmen manajemen untuk tetap dekat dengan akar rumput, memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan selalu relevan dengan kebutuhan praktis dan mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan transportasi daring saat ini.
