
PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), atau Perminas, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis untuk memulai proyek pengembangan unsur tanah jarang di Gabon. Kerja sama ini menjadi langkah perdana perusahaan dalam merambah sektor mineral kritis di kancah internasional. Proyek ini difokuskan pada kegiatan hulu, mulai dari eksplorasi hingga identifikasi potensi cadangan mineral yang sangat dibutuhkan untuk mendukung industri teknologi tinggi dan transisi energi global.
Langkah ekspansi ke Gabon ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada minyak dan gas konvensional, tetapi juga pada komoditas masa depan. Unsur tanah jarang memiliki peran vital sebagai bahan baku utama dalam pembuatan magnet permanen, komponen kendaraan listrik, dan perangkat elektronik canggih. Melalui kemitraan strategis ini, perusahaan berupaya mengamankan rantai pasok mineral global guna memperkuat posisi strategis nasional dalam industri hijau yang tengah berkembang pesat.
Pemerintah terus mendorong perusahaan energi nasional untuk proaktif mencari peluang di luar negeri, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan mineral melimpah namun belum tergarap maksimal. Penandatanganan kesepakatan ini juga mencakup pertukaran data teknis dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia antara kedua negara. Diharapkan, keberhasilan proyek di Gabon ini dapat menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi lebih lanjut di sektor pertambangan strategis lainnya di wilayah Afrika.
Kesepakatan pengembangan unsur tanah jarang antara Perminas dan Gabon menandai tonggak penting dalam diversifikasi portofolio perusahaan ke sektor mineral kritis, sekaligus mempertegas komitmen dalam mendukung ketahanan energi dan penyediaan bahan baku industri masa depan secara berkelanjutan.
