
Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan strategis ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan ini berfokus pada upaya memperkuat posisi nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, dengan agenda utama membahas kerja sama sektor energi. Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah rencana negosiasi impor komoditas minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat sebagai langkah untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri.
Langkah diplomasi ini juga dimaksudkan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara kedua negara. Selain melibatkan pemerintah, rencana impor migas ini rencananya akan melibatkan peran perusahaan swasta guna mengimbangi surplus dagang yang saat ini terjadi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya juga telah memastikan bahwa pembahasan mengenai teknis impor migas tersebut sudah mulai dirampungkan untuk mendukung ketahanan energi nasional di masa mendatang.
Kunjungan resmi ini menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja sama bilateral yang lebih luas, termasuk penandatanganan kesepakatan dagang. Dengan terjalinnya kesepakatan di sektor migas, pemerintah berharap dapat memperoleh kepastian pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif. Upaya ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan hubungan internasional untuk kepentingan strategis ekonomi dan keberlanjutan sektor industri di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dan tim ekonomi meyakini bahwa negosiasi langsung dengan kepemimpinan Amerika Serikat akan membuka peluang investasi baru serta memperkokoh kemitraan strategis yang saling menguntungkan bagi kedua negara di sektor hulu maupun hilir migas.
