
Lembaga keuangan global MUFG melaporkan bahwa Venezuela memerlukan dana investasi yang sangat besar, yakni mencapai Rp 3.000 triliun atau sekitar 200 miliar dolar AS, untuk menghidupkan kembali industri minyaknya yang sempat terpuruk. Kebutuhan modal yang fantastis ini diperlukan guna memperbaiki infrastruktur migas yang rusak, memodernisasi fasilitas produksi, serta meningkatkan kembali kapasitas pengeboran yang telah menurun drastis dalam satu dekade terakhir. Meskipun memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, kondisi operasional di negara tersebut membutuhkan perbaikan menyeluruh agar dapat kembali kompetitif di pasar global.
Laporan tersebut menyoroti bahwa keterpurukan sektor energi Venezuela disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan jangka panjang, sanksi ekonomi internasional, serta krisis manajemen internal. Untuk mencapai target produksi yang signifikan, negara ini tidak hanya membutuhkan dana tunai, tetapi juga kembalinya teknologi canggih dan keahlian teknis dari perusahaan minyak internasional. Investasi sebesar itu diperkirakan harus dikucurkan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan guna memastikan stabilitas produksi dan pemulihan ekonomi nasional yang bergantung pada ekspor komoditas tersebut.
Selain tantangan biaya, keberhasilan revitalisasi ini sangat bergantung pada kepastian hukum dan stabilitas politik di dalam negeri guna menarik minat investor asing. Tanpa adanya jaminan keamanan investasi, aliran dana sebesar Rp 3.000 triliun tersebut akan sulit terealisasi. Saat ini, beberapa perusahaan migas global telah mulai melirik kembali potensi di Venezuela, namun mereka tetap bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan kebijakan pemerintah setempat dan dinamika hubungan diplomatik internasional.
Pemulihan industri minyak Venezuela merupakan langkah krusial bagi stabilitas pasokan energi dunia, namun besarnya kebutuhan investasi mencapai ribuan triliun rupiah menunjukkan bahwa jalan menuju kebangkitan kembali sektor migas negara tersebut masih penuh tantangan dan membutuhkan komitmen finansial yang masif dari berbagai pihak.
