Selasa, 3 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Potensi Defisit Tembaga Dunia 2028: Peluang Besar bagi Indonesia
Energi Terbarukan

Potensi Defisit Tembaga Dunia 2028: Peluang Besar bagi Indonesia

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 6 November 2025 1:30 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rachmat Makkasau, memproyeksikan adanya potensi defisit pasokan tembaga dunia pada tahun 2028. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan logam tersebut untuk mendukung proyek transisi energi. Prediksi ini menjadi salah satu topik utama dalam perhelatan London Metal Exchange (LME) Week 2025 yang baru-baru ini digelar.

Dalam acara tersebut, para pelaku pasar dan penambang sepakat bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat potensi kekurangan pasokan tembaga pada 2028. “Soal tembaga, yang sudah diperkirakan tahun-tahun sebelumnya, mengenai potensi kekurangan produksi tembaga untuk mendukung transisi energi itu benar-benar akan terjadi. Semua angka yang dikumpulkan itu melihat bahwa defisit tembaga akan terjadi pada sekitar tahun 2028,” ujar Rachmat dalam CEO Forum 2025, Rabu (5/11/2025).

Rachmat juga menyoroti bahwa Indonesia sering disebut dalam diskusi tersebut karena negara ini memproduksi sekitar 3%—5% dari total tembaga dunia. Jika defisit pasokan tembaga benar-benar terjadi pada 2028, Indonesia berpotensi menjadi pemasok sekitar 15% tembaga global pada periode 2032—2035. “Dan itu sangat-sangat besar kalau kita pegang ini sebagai potensi untuk Indonesia yang sangat besar yang harus dimanfaatkan oleh kita di Indonesia,” ungkapnya.

Meskipun memiliki potensi besar, Rachmat menilai bahwa Indonesia masih belum memaksimalkan komoditas ini. Dari total produksi tembaga Indonesia sekitar 1 juta ton, hanya 200.000—250.000 ton yang terserap untuk kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, ia mendorong agar hilirisasi tembaga di Indonesia lebih digencarkan untuk memaksimalkan momentum potensi defisit komoditas tersebut. “Bayangkan kalau kita nanti pada 2033 memproduksi sekitar 15% tembaga dan semuanya ekspor,” tambahnya.

Harga tembaga mencapai rekor tertinggi di London, didorong oleh prospek pelonggaran ketegangan AS-China yang menjadi katalis baru peningkatan reli harga. Gangguan pasokan tambang dan gangguan perdagangan akibat tarif juga turut mempengaruhi harga. Hingga saat ini, harga logam yang menjadi bahan pokok industri ini telah naik lebih dari seperempat, menuju tahun terbaiknya sejak 2017.

Tahun ini menjadi periode yang bergejolak bagi harga tembaga, salah satu komoditas paling vital di dunia. Harga logam ini berfluktuasi tajam akibat perang dagang dan sanksi regional yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, yang menyebabkan masuknya volume besar logam ke pasar AS. Selain itu, insiden di tambang besar, termasuk longsor di tambang Grasberg milik Freeport McMoRan Inc. di Indonesia, turut menambah tekanan pada pasokan global.

Dari sisi permintaan, optimisme meluas terkait peningkatan kebutuhan tembaga untuk mendukung transisi energi dan pembangunan pusat data Kecerdasan Buatan (AI). China juga telah berjanji untuk secara signifikan meningkatkan porsi konsumsi domestik dalam struktur ekonominya.

PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mencari pembeli atau offtaker katoda tembaga domestik untuk meningkatkan serapan di dalam negeri. SVP Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti, menyatakan bahwa sebagian besar produksi katoda tembaga PTFI harus diekspor karena minimnya komitmen pembelian domestik. Sebagian besar katoda tembaga PTFI dijual ke Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dengan komitmen pembelian domestik kurang dari separuh kapasitas terpasang smelter tembaga PTFI yang mencapai 800.000 ton.

Potensi defisit pasokan tembaga dunia pada 2028 membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya sebagai pemasok utama tembaga global. Namun, tantangan dalam memaksimalkan hilirisasi dan meningkatkan serapan domestik harus segera diatasi agar Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini secara optimal. Dukungan dari berbagai pihak dan kebijakan yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi tantangan dan peluang ini.

TAGGED:Tembaga Dunia
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Amman Mineral Nusa Tenggara Siap Ekspor Konsentrat Tembaga ke Asia
Next Article Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025: Tantangan dan Peluang
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

PLN Tegaskan Komitmen Net Zero Emission 2060 dengan Tetap Menjaga Pasokan Listrik dan Kesehatan Finansial

PT PLN (Persero) memperkuat langkah menuju target net zero emission pada tahun 2060 dengan mengedepankan…

By Redaksi InfoEnergi

Produksi Tembaga dan Emas Freeport 2026: Target Ambisius dan Tantangan

Freeport Indonesia, salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, telah mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan…

By Redaksi InfoEnergi

RUPTL 2025-2034 Disahkan: PLN dan IP Fokus pada Pembangkit Surya dan Panas Bumi

Pengesahan RUPTL 2025-2034 Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk rentang waktu 2025-2034 kini telah…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Volume Niaga Gas PGN Capai 255 Juta MMBtu Hingga Oktober 2025

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

ESDM Rancang Strategi Baru Pengadaan BBM di SPBU Swasta untuk Cegah Kelangkaan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

PGE dan Pertagas Bersinergi Kembangkan Hidrogen Hijau: Langkah Menuju Energi Berkelanjutan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Bank Dunia Kucurkan 34 T untuk Dorongan bagi Pekerjaan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Energi Bersih Indonesia

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?