Kamis, 14 Mei 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Konsumsi LPG Domestik Diprediksi Mencapai 10 Juta Ton pada 2026: Tantangan dan Peluang
Energi Terbarukan

Konsumsi LPG Domestik Diprediksi Mencapai 10 Juta Ton pada 2026: Tantangan dan Peluang

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:32 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memperkirakan bahwa konsumsi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) domestik akan meningkat signifikan hingga mencapai 10 juta ton pada tahun 2026. Peningkatan ini dipicu oleh beroperasinya pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang mulai beroperasi awal bulan ini.

Pabrik Lotte di Cilegon, Banten, akan menyerap LPG sebagai bahan baku utama selain naptha, dengan porsi penggunaan LPG mencapai 50%. Menurut Bahlil, pabrik ini memerlukan pasokan LPG sekitar 1,2 juta ton per tahun. “Maka konsumsi kita nanti ke depan di 2026 itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG,” ungkap Bahlil setelah menghadiri rapat percepatan hilirisasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Dengan meningkatnya kebutuhan LPG, Bahlil menekankan pentingnya Indonesia untuk segera meningkatkan produksi gas minyak cair dalam negeri. “Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri,” tegas Bahlil. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri energi di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Pada tahun 2024, impor LPG Indonesia mencapai 6,89 juta ton dengan nilai US$3,78 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi impor terbesar berasal dari Amerika Serikat, mencapai 3,94 juta ton dengan nilai US$2,03 miliar. Selain AS, Indonesia juga mengimpor LPG dari Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, hingga Algeria.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi LPG. “Menjadikan sebagai substitusi impor, salah satu di antaranya adalah menyangkut dengan DME,” jelas Bahlil. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik petrokimia new ethylene project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025). Pabrik ini diklaim dapat menekan impor minyak dan gas (migas) hingga US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,42 triliun (asumsi kurs Rp16.729).

Pabrik petrokimia ini diharapkan dapat menghasilkan produk hilirisasi migas senilai US$2 miliar per tahun atau sekitar Rp33,46 triliun. Dari jumlah tersebut, US$1,4 miliar merupakan substitusi impor dan US$600 juta berkontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia. “Dari total kapasitas produksi 70% akan dipasarkan di dalam negeri, dan 30% di luar negeri. Jadi selama ini kita impor, dengan pabrik ini kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya,” kata Bahlil.

Proyek ini merupakan investasi dari perusahaan asal Korea Selatan dengan nilai US$3,9 miliar atau sekitar Rp62,4 triliun. Pabrik ini mampu mengolah bahan baku naphta sebesar 3.200 kiloton per tahun (KTA), disertai tambahan LPG sebesar 0%—50% sebagai bahan pendukung. Dengan kapasitas produksi yang besar, pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Peningkatan konsumsi LPG domestik hingga 10 juta ton pada 2026 menuntut kesiapan Indonesia dalam meningkatkan produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan beroperasinya pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia dan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian energi dan meningkatkan daya saing industri petrokimia di pasar internasional. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan industri dalam negeri.

TAGGED:LPG
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Lonjakan Harga Batu Bara Termal China: Faktor Pendorong dan Prospek Masa Depan
Next Article Investasi Langsung BPI Danantara dalam Proyek Gasifikasi Batu Bara: Peluang dan Tantangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

ESDM Bekukan 190 IUP Tambang: 146 Berisiko Dicabut

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini mengumumkan pembekuan terhadap 190 Izin Usaha…

By Redaksi InfoEnergi

Pembangkit Listrik Nuklir Indonesia menjadi Mimpi yang Terus Dikejar Sejak Era Soekarno

Indonesia telah lama menyimpan hasrat untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Sejak masa Presiden Soekarno,…

By Redaksi InfoEnergi

Harga Minyak Tetap Stabil Usai Data Ketenagakerjaan AS Dirilis

Harga minyak global menunjukkan kecenderungan stabil setelah Amerika Serikat mengumumkan data ketenagakerjaan terbarunya. Informasi ini…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi TerbarukanWorld

Konferensi Iklim PBB ke-29 (COP29) di Baku: Mendorong Komitmen Iklim dan Transisi Energi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertamina Tingkatkan Energi Hijau dan Keberlanjutan Lewat Program SAF

By Redaksi InfoEnergi
Energi TerbarukanWorld

Transisi Energi Terbarukan di Eropa: Tantangan dan Peluang Menuju 2050

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

 Taiwan Pertimbangkan Aktifkan Kembali PLTN Maanshan pada 2028, Bergantung pada Hasil Pemeriksaan Keamanan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?