Harga minyak dunia masih berada dalam tren pelemahan seiring para pedagang menimbang prospek berakhirnya konflik di Ukraina. Hal ini terjadi setelah adanya pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Meskipun demikian, serangan terhadap infrastruktur energi di Moskow terus berlanjut, menambah ketidakpastian di pasar.
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$58 per barel setelah mengalami penurunan sebesar 1,2% pada Selasa (2/12). Sementara itu, harga minyak Brent ditutup mendekati US$62 per barel. Kremlin menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah mengadakan pembicaraan yang “sangat berguna” dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Namun, kedua pihak belum mencapai kesepakatan terkait rencana mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah serangan lain terhadap kapal tanker yang terkait dengan Rusia, meskipun pelaku serangan belum dapat dipastikan. Presiden Putin memperingatkan bahwa Moskow dapat mempertimbangkan untuk menyerang kapal milik negara-negara yang mendukung Ukraina jika serangan terhadap armada Rusia tidak dihentikan. Peringatan ini disampaikan melalui saluran televisi pemerintah, Rossiya 24.
Ketegangan geopolitik ini membuat pasar tetap gelisah dan menambah premi risiko pada harga minyak. Hal ini sebagian mengimbangi kekhawatiran mengenai surplus pasokan yang meningkat. Ketegangan tersebut juga mencakup retorika AS terhadap Venezuela, di mana Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Pentagon dalam waktu dekat akan mulai menargetkan kartel narkoba dengan serangan darat.
Sementara itu, laporan industri menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 2,5 juta barel pekan lalu. Stok bensin juga mengalami peningkatan. Data resmi mengenai hal ini akan dirilis pada hari Rabu.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari tercatat stabil di US$58,64 per barel pada pukul 07.33 waktu Singapura. Sementara itu, harga minyak Brent untuk penyelesaian Februari ditutup turun 1,1% di US$62,45 per barel pada Selasa.
Ketidakpastian geopolitik dan ketegangan yang terus berlanjut antara negara-negara besar dunia memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak. Para pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau perkembangan situasi ini, mengingat potensi dampaknya terhadap ekonomi global dan pasokan energi. Masyarakat dan pelaku industri diimbau untuk tetap waspada dan siap menghadapi fluktuasi harga yang mungkin terjadi.
