Jakarta, 25 Desember 2025 – Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia hingga kini belum memulai operasinya. Penundaan ini disebabkan oleh menunggu aktivasi dari fasilitas Grasberg Block Cave (GBC) yang menjadi sumber utama pasokan bijih. Smelter yang terletak di Gresik, Jawa Timur ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan mineral di dalam negeri dan mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah.
Grasberg Block Cave (GBC) merupakan salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia dan menjadi kunci utama dalam pasokan bijih untuk smelter Manyar. Aktivasi GBC sangat penting untuk memastikan pasokan bijih yang stabil dan berkelanjutan. “Kami menunggu aktivasi GBC untuk memastikan smelter dapat beroperasi dengan kapasitas penuh,” ujar seorang pejabat Freeport.
Penundaan ini menimbulkan tantangan bagi Freeport dalam memenuhi target produksi dan pengolahan mineral. Namun, perusahaan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri.
Pemerintah Indonesia mendukung penuh upaya Freeport dalam menyelesaikan pembangunan smelter Manyar. Dukungan ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan hilirisasi dan mengurangi ekspor bahan mentah. “Kami mendukung inisiatif yang dapat meningkatkan nilai tambah mineral dan mendukung pertumbuhan industri nasional,” kata seorang pejabat pemerintah.
Namun, tantangan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama dalam operasional smelter. Freeport perlu memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk transportasi dan distribusi energi, untuk mendukung operasional smelter secara efisien.
Operasional smelter Manyar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri dan perekonomian nasional. Dengan kapasitas pengolahan yang lebih besar, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah produk mineral. Hal ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, keberhasilan proyek ini dapat meningkatkan daya saing industri pertambangan Indonesia di pasar global. “Smelter Manyar tidak hanya penting bagi Freeport, tetapi juga bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” kata seorang analis industri.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Freeport tetap optimis terhadap prospek masa depan smelter Manyar. Perusahaan berencana untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan keberlanjutan proyek ini. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dan mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah,” ujar seorang eksekutif Freeport.
Ke depan, Freeport juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan mitra strategis untuk memperkuat kapasitas pengolahan mineral. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan keberhasilan proyek smelter Manyar.
Penundaan operasional smelter Manyar Freeport mencerminkan tantangan dalam memastikan pasokan bijih yang stabil dari GBC. Meskipun menghadapi berbagai kendala, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi industri dan perekonomian nasional. Freeport dan mitra strategisnya perlu bekerja sama untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan proyek ini dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi sektor pertambangan di Indonesia.
