
Harga minyak mentah dunia menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan pada perdagangan pasar global di tengah penantian para pelaku pasar terhadap perkembangan terbaru negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini membuat investor bersikap hati-hati karena hasil dari perundingan tersebut akan berdampak langsung pada potensi kembalinya pasokan minyak Iran ke pasar internasional. Ketidakpastian mengenai kapan kesepakatan akan tercapai menyebabkan fluktuasi harga menjadi terbatas dalam rentang yang sempit.
Selain faktor geopolitik terkait Iran, dinamika harga minyak juga dipengaruhi oleh proyeksi permintaan global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Di satu sisi, pemulihan ekonomi di beberapa kawasan memberikan sentimen positif, namun di sisi lain, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global tetap membayangi pasar. Kondisi ini membuat harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent tidak banyak mengalami perubahan signifikan dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.
Para analis memprediksi bahwa pasar akan terus mencermati setiap pernyataan resmi dari pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi di Wina. Jika terdapat tanda-tanda kemajuan menuju pencabutan sanksi, maka tekanan terhadap harga minyak diperkirakan akan meningkat karena proyeksi penambahan suplai global. Sebaliknya, jika negosiasi kembali menemui jalan buntu, harga minyak berpotensi mendapatkan dukungan untuk kembali menguat.
Stagnansi harga minyak saat ini mencerminkan sikap menunggu dari pelaku pasar terhadap kejelasan diplomasi nuklir Iran yang dapat mengubah peta suplai minyak mentah dunia secara signifikan dalam jangka pendek maupun menengah.
