
PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) atau Perminas resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghubungkan sektor hulu komoditas unsur tanah jarang (rare earth elements) antara Gabon dan Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi energi bersih dan industri manufaktur tingkat tinggi. Kerja sama ini menandai ekspansi penting dalam pemanfaatan sumber daya alam lintas negara yang berfokus pada mineral strategis masa depan.
Melalui kesepakatan ini, kedua negara berkomitmen untuk melakukan pertukaran informasi teknis serta penjajakan eksplorasi bersama di wilayah-wilayah potensial. Unsur tanah jarang menjadi komponen kunci dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, turbin angin, hingga perangkat elektronik canggih, sehingga kepastian pasokan dari sektor hulu menjadi prioritas utama. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang investasi baru dan transfer teknologi dalam pengolahan mineral yang kompleks di kedua wilayah kerja tersebut.
Selain aspek teknis dan komersial, kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan integrasi yang lebih kuat antara pemilik cadangan di Afrika dengan kemampuan pengolahan dan kebutuhan pasar di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Pemerintah terus mendorong keterlibatan aktif perusahaan nasional dalam kancah global guna mengamankan bahan baku industri strategis. Dengan adanya MoU ini, posisi Indonesia dalam peta persaingan mineral global diharapkan semakin kokoh dan kompetitif.
Penandatanganan kerja sama hulu unsur tanah jarang antara Perminas dan pihak Gabon menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri berbasis teknologi tinggi serta mendukung transisi energi berkelanjutan melalui penyediaan bahan baku mineral kritis yang stabil dan terintegrasi.
