Dalam momentum perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menorehkan capaian membanggakan. Melalui pengeboran sumur LBK-INF16 di wilayah Lembak, produksi minyak dan gas bumi (migas) menunjukkan lonjakan signifikan, menjadi hadiah istimewa bagi bangsa.
Produksi minyak tercatat menembus 2.468 barrel of oil per day (BOPD) atau naik 486,2 persen dari target awal sebesar 507,6 BOPD. Sementara itu, produksi gas melonjak drastis hingga 2.806 million standard cubic feet per day (MMSCFD), jauh melampaui target awal 0,3 MMSCFD dengan peningkatan spektakuler 935,3 persen.
Capaian luar biasa ini tidak lepas dari strategi pengelolaan lapangan yang efektif, penerapan teknologi pengeboran terkini, serta kolaborasi solid antara tim teknis dan manajemen. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat peran Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Lonjakan produksi migas tidak hanya menambah pasokan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Tersedianya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan daerah, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata kontribusi sektor energi bagi kesejahteraan rakyat.
Meski capaian ini patut diapresiasi, tantangan global seperti fluktuasi harga minyak dan dinamika transisi energi tetap perlu diantisipasi. Dengan komitmen pada inovasi dan keberlanjutan, PEP Prabumulih Field optimistis terus memberi kontribusi positif bagi kemandirian energi dan pembangunan Indonesia.
Prestasi PEP Prabumulih Field menjadi simbol semangat kemerdekaan dan optimisme menuju masa depan energi yang lebih kuat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus berinovasi demi menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan bangsa.