Praktik tambang ilegal masih menjadi salah satu permasalahan serius di Indonesia. Aktivitas tersebut bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat di sekitar wilayah tambang. Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menyinggung maraknya praktik tambang ilegal, sehingga memunculkan beragam tanggapan dari sejumlah pihak, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyoroti dampak besar yang ditimbulkan oleh tambang ilegal, mulai dari hilangnya potensi pendapatan negara hingga ancaman kerusakan lingkungan yang semakin meluas. Ucapan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai langkah-langkah konkret yang harus ditempuh pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pertambangan di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola sektor pertambangan nasional. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pengetatan aturan, peningkatan pengawasan, hingga menindak aktivitas tambang ilegal yang beroperasi tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Bahlil juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo beberapa hari lalu, dibahas sejumlah hal penting, termasuk agenda hilirisasi sektor pertambangan, penataan lahan, hingga penegakan aturan di kawasan hutan. “Kita tidak bisa lagi memberi ruang bagi praktik ilegal. Semua pihak harus patuh pada regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Tambang ilegal telah menyebabkan kerugian negara yang signifikan. Potensi pendapatan dari sektor pertambangan banyak yang tidak masuk kas negara, sementara kerusakan lingkungan seperti pencemaran air, deforestasi, hingga tanah longsor semakin marak. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar wilayah tambang turut menanggung dampak buruknya.
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah berupaya meningkatkan penegakan hukum di wilayah rawan tambang ilegal sekaligus memberikan alternatif ekonomi bagi masyarakat agar tidak bergantung pada aktivitas tambang ilegal. Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan tambang legal dan sektor swasta juga terus didorong, sehingga pertambangan dapat berjalan secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Masalah tambang ilegal di Indonesia tidak bisa diselesaikan secara parsial. Komitmen pemerintah, dukungan dari masyarakat, serta peran sektor swasta diperlukan untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih baik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan praktik tambang ilegal dapat ditekan, sekaligus menjaga sumber daya alam agar tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.
