PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemasangan PLTS ini tidak hanya menekan biaya operasional hingga Rp 1,86 miliar–Rp 2,53 miliar per tahun, tetapi juga berhasil menurunkan emisi karbon sekitar 1.400 ton.
Sejauh ini, KAI telah mengoperasikan PLTS di 66 lokasi penting, meliputi stasiun, perkantoran, balai yasa, serta griya karya, dengan kapasitas total mencapai 1.189 kWp. Dengan rata-rata produksi energi 1.400 kWh per kWp setiap tahun, sistem ini mampu menghasilkan kurang lebih 1,66 juta kWh per tahun. Jika dihitung menggunakan tarif listrik periode Juli–September 2025 sebesar Rp 1.444 hingga Rp 1.700 per kWh, pemanfaatan PLTS ini memberikan penghematan yang cukup besar bagi perusahaan.
Selain memberikan penghematan biaya, PLTS juga mendukung program pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan penurunan emisi sekitar 1.400 ton, langkah KAI sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi bersih dan penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan di berbagai fasilitas operasional. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada energi bersih memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Pemanfaatan PLTS oleh KAI merupakan langkah nyata menuju transportasi berkelanjutan. Dengan penghematan biaya hingga Rp 2,53 miliar per tahun dan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, KAI memperlihatkan bahwa strategi energi terbarukan adalah solusi yang tepat untuk menjawab tantangan efisiensi energi dan keberlanjutan di masa depan.