Bali, pulau yang identik dengan keindahan alam dan budaya, masih bergulat dengan persoalan serius terkait sampah plastik. Di tengah tantangan ini, hadir Bali Waste Cycle (BWC), sebuah perusahaan lokal yang menawarkan solusi inovatif dengan mengolah limbah plastik multilayer seperti kemasan makanan ringan menjadi produk fungsional dan bernilai ekonomi.
Menurut Director BWC, Olivia Anastasia Padang, saat ini ada sekitar 50 pekerja yang terlibat dalam proses pengolahan sampah di perusahaan tersebut. Alur pengolahannya dimulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pencacahan plastik. Setelah itu, limbah diproses lebih lanjut dan dicetak menjadi papan serbaguna.
Papan hasil daur ulang ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti material lemari, meja, maupun souvenir. Lebih dari itu, BWC juga memproduksi kaki palsu berbahan plastik daur ulang, yang sekaligus memberikan nilai sosial tinggi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran BWC tidak hanya mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di TPA atau mencemari lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Program edukasi yang mereka jalankan turut meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Meski sudah mencatat sejumlah capaian, BWC masih menghadapi tantangan, terutama kebutuhan dukungan dari pemerintah dan pihak swasta untuk memperluas kapasitas produksi. Namun, dengan semangat inovasi dan kolaborasi, BWC optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Bali Waste Cycle menunjukkan bahwa masalah sampah plastik dapat diubah menjadi peluang. Melalui kreativitas dan dedikasi, mereka berhasil menghadirkan produk bernilai sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Bali.