Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Cisokan di Jawa Barat akan beroperasi pada 2027. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, Prahoro Yulianto Nurtjahyo, menyebut fasilitas ini, yang dijuluki sebagai “baterai raksasa”, diproyeksikan mampu menyimpan energi listrik dalam jumlah besar. Kehadirannya diyakini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih.
PLTA Cisokan menggunakan sistem pumped storage hydropower (PSH). Mekanismenya adalah dengan memompa air ke waduk di ketinggian saat permintaan listrik rendah, lalu mengalirkannya kembali ke waduk bawah ketika beban listrik meningkat. Skema ini menjadikan PLTA Cisokan berfungsi layaknya baterai raksasa yang mampu menyeimbangkan suplai dan permintaan listrik secara fleksibel.
Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, proyek ini juga berpotensi membuka lapangan kerja pada masa konstruksi maupun operasional. Dari sisi lingkungan, PLTA Cisokan berperan mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil serta membantu menekan emisi gas rumah kaca, sejalan dengan target energi hijau nasional.
Proyek strategis ini mendapatkan dukungan penuh pemerintah sebagai bagian dari upaya memperluas bauran energi terbarukan. Investasi yang melibatkan lembaga internasional turut mempercepat pembangunan dan diharapkan menjadikan PLTA Cisokan sebagai model bagi pengembangan pembangkit serupa di wilayah lain.
Meski prospeknya besar, proyek ini tetap menghadapi tantangan, khususnya menjaga keseimbangan pembangunan infrastruktur dengan kelestarian ekosistem lokal. Dengan pengawasan ketat dan perencanaan yang matang, diharapkan pembangunan dapat berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif yang signifikan.
PLTA Cisokan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi bersih. Dengan teknologi pumped storage dan dukungan lintas pihak, proyek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan penyimpanan energi nasional sekaligus menjadi contoh keberhasilan transformasi energi di tingkat global.