Bali, yang dikenal dengan pesona alam dan budayanya, kini semakin serius mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Tiga desa di pulau ini, yakni Desa Banjarasem di Kabupaten Buleleng, Desa Baturinggit di Kabupaten Karangasem, serta Desa Batununggul di Kecamatan Nusa Penida, telah memiliki instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 15,37 kilowatt peak (kWp) yang terpasang di empat titik. Proyek ini direalisasikan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dengan dukungan lembaga filantropi ViriyaENB.
Hadirnya PLTS memberikan banyak dampak positif bagi warga desa. Pertama, masyarakat memperoleh pasokan listrik yang lebih bersih, stabil, dan ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi emisi karbon dari penggunaan energi berbasis fosil. Kedua, akses listrik yang lebih andal membuka peluang bagi warga untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, termasuk usaha kecil dan menengah yang sebelumnya terkendala keterbatasan energi.
Kesuksesan proyek ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Selain instalasi fisik, masyarakat desa juga mendapatkan pendampingan dan edukasi mengenai pentingnya energi terbarukan serta pelatihan dasar untuk pemeliharaan PLTS. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan dan kemandirian pengelolaan energi di tingkat lokal.
Meski membawa manfaat besar, tantangan tetap ada, terutama pada biaya instalasi dan perawatan yang relatif tinggi. Namun, dengan dukungan lembaga donor serta keterlibatan aktif pemerintah daerah, hambatan tersebut dapat ditekan. Upaya ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih bisa diimplementasikan secara nyata di tingkat desa.
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, penggunaan PLTS juga mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik yang konsisten memungkinkan pengembangan aktivitas produktif, menciptakan peluang usaha baru, serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa.
Inisiatif pemasangan PLTS di tiga desa ini menjadi langkah penting bagi Bali dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga swadaya, serta partisipasi masyarakat, Bali berpotensi menjadi contoh sukses penerapan energi bersih di Indonesia.