Industri hulu dan hilir gas semakin menunjukkan peran vital dalam mendukung perekonomian Indonesia sekaligus mempercepat transisi energi. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan energi bersih dan berkelanjutan, gas alam menjadi salah satu pilar penting yang mampu menjembatani peralihan dari energi fosil menuju energi terbarukan.
Hasil kajian ReforMiner Institute menegaskan bahwa kontribusi industri hulu dan hilir gas kian meluas dan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan transisi energi dan hilirisasi nasional. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyampaikan bahwa jumlah sektor ekonomi yang terkait langsung dengan kegiatan usaha hulu gas meningkat dari 104 sektor menjadi 113 sektor. Fakta ini menunjukkan semakin luasnya peran gas dalam menopang aktivitas ekonomi Indonesia.
Di sisi hulu, eksplorasi dan produksi gas menjadi fondasi utama dalam memastikan ketersediaan energi nasional. Tantangan geografis dan kebutuhan teknologi canggih memang menjadi hambatan, namun potensi cadangan gas Indonesia yang belum tergarap sepenuhnya memberikan peluang besar untuk meningkatkan pasokan energi yang lebih bersih.
Sementara di sisi hilir, pengolahan dan distribusi gas melalui LNG maupun LPG berperan dalam memastikan pemanfaatan energi yang lebih efisien. Ketersediaan infrastruktur, mulai dari jaringan pipa hingga fasilitas penyimpanan modern, menjadi faktor penentu agar distribusi gas dapat menjangkau berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, hingga rumah tangga.
Dengan kontribusi yang semakin luas terhadap perekonomian dan dukungan nyata dalam proses hilirisasi, industri hulu dan hilir gas berpotensi menjadi kunci dalam mewujudkan transisi energi Indonesia. Didukung kebijakan pemerintah, investasi, serta teknologi yang tepat, sektor gas dapat menjadi fondasi utama dalam mencapai tujuan energi nasional yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.