Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa evakuasi terhadap tujuh pekerja yang terjebak akibat longsor di tambang bawah tanah Grassberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) ditargetkan selesai secepat mungkin.
Insiden longsor terjadi pada area tambang emas dan tembaga di Papua Tengah, dan menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pekerja. Menghadapi kondisi darurat ini, Kementerian ESDM telah menurunkan tim dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) untuk memeriksa langsung lokasi kejadian dan memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan.
Operasi evakuasi ini melibatkan koordinasi antara ESDM, pihak perusahaan, dan tim SAR lokal. Kondisi medan yang berat di bawah tanah serta potensi longsor susulan menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan. Tim menggunakan peralatan khusus dan teknologi canggih untuk mempercepat evakuasi, sambil memastikan keselamatan para pekerja tetap menjadi prioritas utama.
Selain aspek teknis, Kementerian ESDM juga menyiapkan dukungan medis dan psikologis bagi pekerja yang terdampak. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah evakuasi rampung, termasuk identifikasi penyebab longsor, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya standar keselamatan yang tinggi di industri pertambangan, khususnya pada operasi tambang bawah tanah. Dengan koordinasi yang tepat dan tindakan cepat dari semua pihak terkait, diharapkan proses evakuasi dapat berhasil, dan para pekerja kembali dengan selamat.
