Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, menegaskan bahwa kerja sama antara PLN dan SKK Migas sangat krusial untuk memaksimalkan pemanfaatan gas dalam pembangkit listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
Beberapa isu strategis yang jadi fokus dalam pembicaraan antara kedua lembaga tersebut meliputi ketersediaan serta permintaan gas untuk kelistrikan — baik yang disalurkan lewat jaringan pipa maupun LNG — dalam jangka pendek dan jangka panjang, pembangunan infrastruktur gas, penetapan harga gas, serta konsep swap gas. Isu tarif tol fee dan wacana merger antara PLN dengan pemilik infrastruktur gas juga dibahas. Selain itu, alternatif energi seperti nuklir, sumber daya energi baru terbarukan (EBT), dan batubara turut dijajaki sebagai opsi pengganti atau pelengkap gas.
Djoko menyampaikan bahwa untuk kebutuhan jangka pendek, pasokan masih dapat dipenuhi. Namun, untuk jangka panjang, diperlukan kajian yang mendalam khususnya di aspek kesiapan infrastruktur agar tidak terjadi kekurangan saat kebutuhan meningkat.
Melalui sinergi ini, diharapkan ketahanan energi nasional semakin terjaga dan target pemerintah dalam mencapai emisi nol bersih dapat direalisasikan pada 2060 atau bahkan lebih cepat jika dukungan berbagai pihak berjalan optimal.
