Rabu, 4 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Tembaga > Analisis Harga Tembaga: Prospek Bullish di Tengah Gangguan Pasokan Freeport
Tembaga

Analisis Harga Tembaga: Prospek Bullish di Tengah Gangguan Pasokan Freeport

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 23 September 2025 8:02 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Harga tembaga dunia diprediksi akan melanjutkan tren penguatan (bullish), meskipun sempat terkoreksi di bawah US$10.000 per ton. Prospek positif ini didorong oleh dua faktor utama: gangguan pasokan dari salah satu tambang terbesar dunia, yaitu Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI), dan pelemahan nilai dolar AS.

Wahyu Laksono, seorang analis komoditas, menilai bahwa harga tembaga berpotensi menguji level US$10.500 hingga US$10.800 per ton dalam jangka pendek hingga menengah. Ia menjelaskan, insiden longsor di tambang GBC telah menyebabkan penurunan kapasitas produksi PTFI hingga 70%. Sebagai salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, gangguan ini secara langsung memicu kekhawatiran pasar akan berkurangnya pasokan global.

Dampak dari insiden ini diperkuat oleh faktor makroekonomi, yaitu pelemahan indeks dolar AS setelah Bank Sentral AS memangkas suku bunga acuannya. Kombinasi dari gangguan pasokan dan sentimen makro yang mendukung ini menciptakan katalis positif bagi pergerakan harga tembaga.

Secara teknikal, level resistance terdekat yang harus diuji adalah US$10.250 per ton. Jika berhasil ditembus, harga akan menguji US$10.500 per ton. Sementara itu, level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di US$9.800 per ton.

Menurut estimasi Wahyu, terhentinya operasional GBC berpotensi mengganggu 2,3% dari total pasokan tembaga dunia. Meskipun angka ini terlihat kecil, pasar komoditas tembaga sangat sensitif terhadap gangguan pasokan, terutama dari produsen utama.


Perkembangan Insiden Longsor Freeport

Insiden longsor material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave terjadi pada Senin (12/9/2025). Tim penyelamat PTFI masih terus melakukan pencarian terhadap lima pekerja yang terjebak, setelah dua pekerja lainnya ditemukan meninggal dunia.

Akibat insiden ini, kegiatan operasional tambang GBC dihentikan sementara, yang menyebabkan produksi PTFI turun menjadi sekitar 30% dari kapasitas normal. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebutkan bahwa dari tujuh pekerja yang terjebak, dua di antaranya adalah warga negara asing, masing-masing dari Chile dan Afrika Selatan.

TAGGED:FreeportHarga TembagaMinerba
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Analisis Pasar Minyak Global: Dampak Geopolitik dan Sanksi
Next Article Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Faktor Lain pada Harga Tembaga
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Jelaskan Penyebab Kelangkaan BBM di Jember dan Banyuwangi

PT Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi mengenai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di…

By Redaksi InfoEnergi

Lotte dan Hyundai Merger Unit Petrokimia Hadapi Tantangan Oversupply

Industri petrokimia global saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa oversupply atau kelebihan pasokan. Kondisi…

By Redaksi InfoEnergi

Antam Tingkatkan Impor Emas: 30 Ton Per Tahun dari Singapura dan Australia

PT Aneka Tambang Tbk (Antam), salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia, telah mengumumkan rencana…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Minerba

Royalti Progresif dan Evolusi Industri Nikel di Nusantara

By Redaksi InfoEnergi
Minerba

Harga Batu Bara Melonjak: Tanda-Tanda Positif Mulai Terlihat

By Redaksi InfoEnergi
Minerba

Pemerintah Menargetkan Lonjakan Investasi Rp 2.100 Triliun pada 2025 Melalui Hilirisasi Minerba

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

 Pakar Minerba Dorong Audit Lingkungan Terhadap Tambang Emas Martabe Pasca Banjir Sumut

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?