
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menetapkan sasaran untuk memulai investasi dalam pembangunan pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas 2 juta ton pada Januari 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi terhadap impor LPG.
Identifikasi Potensi Lapangan Gas
Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama SKK Migas sedang melakukan identifikasi terhadap lapangan gas yang memiliki potensi kandungan Propane (C3) dan Butane (C4), yang merupakan bahan baku utama dalam produksi LPG. “November-Desember kami akan mematangkan semuanya terlebih dahulu. Rencana investasi, siapa yang akan terlibat, dan kapan dimulai, akan dimulai pada Januari. Sekarang, dalam 100 hari ini, saya akan mematangkan semua untuk pemetaan,” ujar Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Senin (18/11/2024).
Pemerintah Buka Peluang Investasi
Pemerintah membuka peluang bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam proyek industrialisasi LPG dalam negeri. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dari pabrik LPG diharapkan dapat bersaing secara kompetitif di pasar. “Kita akan buat terbuka. Supaya ada kompetitif. Harus kita buat terbuka,” tegas Bahlil.
Mengurangi Ketergantungan Impor LPG
Pembangunan pabrik LPG dalam negeri ini merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia untuk menekan impor LPG yang saat ini mencapai angka yang signifikan. Berdasarkan catatan Bahlil, konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,9 juta ton. Hal ini berarti Indonesia harus mengimpor sekitar 6,1 juta ton LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Kesimpulan
Dengan dimulainya investasi pembangunan pabrik LPG berkapasitas 2 juta ton pada Januari 2025, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan produksi LPG dalam negeri. Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang terbuka dan kompetitif, sehingga dapat menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
