Senin, 10 Agu 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Migas > Target Investasi Pabrik LPG 2 Juta Ton Dimulai Januari 2025
Migas

Target Investasi Pabrik LPG 2 Juta Ton Dimulai Januari 2025

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 19 November 2024 11:38 am
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menetapkan sasaran untuk memulai investasi dalam pembangunan pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas 2 juta ton pada Januari 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi terhadap impor LPG.

Identifikasi Potensi Lapangan Gas

Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama SKK Migas sedang melakukan identifikasi terhadap lapangan gas yang memiliki potensi kandungan Propane (C3) dan Butane (C4), yang merupakan bahan baku utama dalam produksi LPG. “November-Desember kami akan mematangkan semuanya terlebih dahulu. Rencana investasi, siapa yang akan terlibat, dan kapan dimulai, akan dimulai pada Januari. Sekarang, dalam 100 hari ini, saya akan mematangkan semua untuk pemetaan,” ujar Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Senin (18/11/2024).

Pemerintah Buka Peluang Investasi

Pemerintah membuka peluang bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam proyek industrialisasi LPG dalam negeri. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dari pabrik LPG diharapkan dapat bersaing secara kompetitif di pasar. “Kita akan buat terbuka. Supaya ada kompetitif. Harus kita buat terbuka,” tegas Bahlil.

Mengurangi Ketergantungan Impor LPG

Pembangunan pabrik LPG dalam negeri ini merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia untuk menekan impor LPG yang saat ini mencapai angka yang signifikan. Berdasarkan catatan Bahlil, konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,9 juta ton. Hal ini berarti Indonesia harus mengimpor sekitar 6,1 juta ton LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Kesimpulan

Dengan dimulainya investasi pembangunan pabrik LPG berkapasitas 2 juta ton pada Januari 2025, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan produksi LPG dalam negeri. Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang terbuka dan kompetitif, sehingga dapat menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

TAGGED:BusinessEngineeringFeaturedHotMigasPertamina
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Peringatan Tegas Menteri ESDM: Ancaman Pencabutan Izin KKKS yang Lalai
Next Article Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara: Fokus pada Diversifikasi Produk
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Indonesia Dorong Percepatan Energi Terbarukan di Forum UN ESCAP

Indonesia memaparkan strategi percepatan pengembangan energi terbarukan, khususnya untuk wilayah terpencil, dalam Dialog Kebijakan UN…

By Redaksi InfoEnergi

Reformasi Sektor Listrik Bangladesh: Peluang Penghematan Rp 138 Triliun

Sebuah laporan terkini dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) mengungkapkan bahwa Bangladesh…

By Redaksi InfoEnergi

Dampak Bea Keluar Batu Bara Terhadap Biaya Produksi dan Ekspor

Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) mengungkapkan bahwa penerapan bea keluar (BK) pada batu bara dapat meningkatkan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Migas

Penerapan Biodiesel B40: Langkah Menuju Kemandirian Energi Indonesia

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Pemerintah Targetkan Pembangunan Pabrik Biodiesel di Merauke Rampung pada 2027

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertamina Perkuat Bisnis Hulu dan Akselerasi Energi Hijau untuk Jaga Ketahanan Energi

By Redaksi InfoEnergi
Migas

Pertamina Dapat Karpet Merah: Izin Eksplorasi Migas Ditunda, Kualitas Sawah Pengganti Dipertanyakan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?