Otoritas Listrik Provinsi (PEA) telah mengeluarkan pernyataan untuk menjernihkan kekhawatiran yang muncul terkait dugaan ketidakteraturan dalam distribusi listrik ke negara-negara tetangga, khususnya Myanmar. Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin, Wakil Gubernur PEA, Pradit Fuangfoo, menjelaskan bahwa pasokan listrik ke Kota Tachileik di Myanmar merupakan bagian dari perjanjian antar pemerintah. Listrik tersebut dijual kepada dewan listrik lokal, yang kemudian mendistribusikannya ke rumah tangga, bisnis, dan institusi publik.
Pradit menekankan bahwa perjanjian pembelian listrik dengan Allure Group (P&E) Co Ltd, perusahaan perantara, telah diperiksa secara menyeluruh oleh otoritas Thailand. Perusahaan tersebut secara konsisten membayar tagihan listrik, baik melalui cek maupun transfer bank. Tuduhan pencucian uang atau perdagangan narkoba tidak berdasar dan telah ditolak oleh pengadilan.
PEA tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa operasi pasokan listriknya mematuhi semua undang-undang dan peraturan yang relevan. Otoritas tersebut akan terus memantau situasi dengan cermat dan mengambil tindakan yang tepat jika terdeteksi adanya aktivitas ilegal, tegas Pradit.
Dalam upaya menjaga integritas dan transparansi, PEA menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi listrik ke negara-negara tetangga. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau pelanggaran.
Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen PEA dalam menjalankan operasinya dengan transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik dan memastikan bahwa distribusi listrik ke Myanmar dilakukan dengan cara yang sah dan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
